Dengan dibawah arahan sang manajer Liverpool ( Juergen Klopp ) dan semua pemain yang ada di Loverpool kini telah dianggap jika sudah menjadi pemain yang lebih oke , akan tetapi ada satu pemain saja yang tidak sukses dipoles sang Juergen Klopp menjadi lebih kinclong

Dan dengan pendapat yang telah dilontarkan sang Mark Lawrenson , yang sudah pernah meraih kemenangan juara Liga Inggris Diliverpool pada priode 1981-1988 dan dengan menurutnua atas kedatangan Juergen Klopp pada Anfiled sejak tahun 2015 itu sudah tidak membawanya untuk perubahan yang positif

Juergen Klopp yang kini baru saja mengantar klub dengan bejulukan The Reds itu menjadi juara Liga Inggris kembali sejak 30 tahun yang lalu , dan hal itu juga disebut jika memiliki sentuhan midas dan membuat semua para pemain  arahannya ” terkecuali satu kiper tersebut ( Loris Karius )

” Tidak terasa jika angin perubahan ketika Juergen Klopp telah tiba keklub  dan hanya dalam hitungan bulan saja , anda pasti sudah mengetahui jika ada sesuatu perubahan yang sangat berbeda ” Ungkap Lawrenson di Liverpool Echo

” Dari banyaknya semua pemain yang telah dia beli , tetapi  satupun tidak saya ingat dan tidak ia maksimalkan , dan dari banyaknya semua pemain yang ia miliki  . dan dirinya merasa sukses telah membuat mereka berubah menjadi lebih baik lagi , hanya saja Karius satu satinya yang tidak menjadi lebih baik lagi , akan tetapi ia sudah membuat semua pemainnya menjadi jauh lebih baik lagi”

” Bagi sang Manajer Klopp jika ia sudah selesai melakukan pekerjaan yang sungguh luar biasa jika dirinya sudah sukses utnuk menjadikan semua pemainnya jaul lebih baik dari sebelumnya , dan mereka semua kini sudah menjadi sangat lebih baik lagi ! ” ungkapnya

Loris Karius yang telah direkrut oleh Liverpool dan bergabung sejak 2016 dan dirinya sempat menjadi salah satu andalan bagi Liverpool , akan tetapi blundernya saat di Liga Champions sejak 2018 dan saat melawan Real Madrid membuat dirinya tidak pernah bermain kembali untuk The Reds [ada Laga Kompetitif

Loris Karius yang sudah menghabiskan sebanyak dua musim terakhir ini dan menjadi sebagai pemain pinjama

 

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *